Konfigurasi Spanning Tree pada Cisco
Konfigurasi Spanning Tree pada Cisco
Pada postingan sebelumnya sudah saya bahas mengenai spanning tree protocol. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, pada spanning tree protocol terdapat Root Bridge dan Non-Root Bridge.

Root Bridge dipilih berdasarkan nilai priority yang paling rendah. Apabila nilai priority antara dua switch adalah sama, maka Root Bridge akan dipilih berdasarkan nilai mac address terkecil di antara dua switch tersebut.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas konfigurasi spanning tree pada cisco yakni mengenai cara mengubah priority pada switch serta mengubah blocking port pada switch yang menjadi Non-Root Bridge.

Dengan mengubah priority kita bisa menentukan switch mana yang akan menjadi Root Bridge. Sedangkan dengan mengubah blocking port, kita dapat menentukan mana jalur yang akan digunakan untuk mengirim data dan mana jalur yang akan dijadikan sebagai jalur cadangan.
Perlu kita ketahui bahwa pada Cisco, fitur  Spanning Tree Protocol sudah otomatis aktif tanpa perlu kita konfigurasi terlebih dahulu. Ketika kita membuat lebih dari satu jalur untuk menuju ke satu tujuan yang sama, maka salah satu atau beberapa port akan terblock untuk menghindari looping.

contoh jaringan spanning tree
Gambar topologi sederhana jaringan spanning tree

Mengubah Nilai Priority

Coba lihat kembali gambar di atas. Pada topologi di atas, yang menjadi Root Bridge adalah switch1. Berikut adalah informasi spaaning tree pada switch1 :
SW1#show spanning-tree 
VLAN0001
  Spanning tree enabled protocol ieee
  Root ID    Priority    32769
             Address     0060.4764.57E1
             This bridge is the root
             Hello Time  2 sec  Max Age 20 sec  Forward Delay 15 sec

  Bridge ID  Priority    32769  (priority 32768 sys-id-ext 1)
             Address     0060.4764.57E1
             Hello Time  2 sec  Max Age 20 sec  Forward Delay 15 sec
             Aging Time  20

Interface        Role Sts Cost      Prio.Nbr Type
---------------- ---- --- --------- -------- --------------------------------
Fa0/1            Desg FWD 19        128.1    P2p
Fa1/1            Desg FWD 19        128.2    P2p

SW1#

Terdapat tulisan "This bridge is root" yang menandakan bahwa switch tersebut merupakan Root Bridge.

Selanjutnya, saya akan mengubah agar switch0 menjadi Root Bridge. Ada dua cara yang bisa kita lakukan.

Yang pertama adalah mengubah nilai priority switch0 agar menjadi lebih kecil dari switch1, dan yang kedua adalah mengubah nilai priority switch1 agar menjadi lebih besar dari switch0. Saya akan memilih cara yang pertama, yakni mengubah priority pada switch0.

Untuk mengubah nilai priority, gunakan perintah :
spanning-tree vlan [ID] priority [nilai_priority]

Karena pada switch ini kita tidak mengkonfigurasi vlan sehingga hanya terdapat vlan default yakni vlan1, maka kita akan mengkonfigurasi priority spanning tree pada vlan 1.

Berikut adalah perintah lengkapnya :
SW0>enable
SW0#configure terminal
SW0(config)#spanning-tree vlan 1 priority ?
  <0-61440>  bridge priority in increments of 4096
SW0(config)#spanning-tree vlan 1 priority 4096
catatan : nilai priority spanning tree harus merupakan kelipatan dari 4096, misal : 0, 4096, 8192, ....61440.
Untuk melihat hasil konfigurasi, gunakan perintah show spanning tree seperti berikut :
SW0#show spanning-tree 
VLAN0001
  Spanning tree enabled protocol ieee
  Root ID    Priority    4097
             Address     00E0.F9CC.5BE3
             This bridge is the root
             Hello Time  2 sec  Max Age 20 sec  Forward Delay 15 sec

  Bridge ID  Priority    4097  (priority 4096 sys-id-ext 1)
             Address     00E0.F9CC.5BE3
             Hello Time  2 sec  Max Age 20 sec  Forward Delay 15 sec
             Aging Time  20

Interface        Role Sts Cost      Prio.Nbr Type
---------------- ---- --- --------- -------- --------------------------------
Fa1/1            Desg FWD 19        128.2    P2p
Fa0/1            Desg FWD 19        128.1    P2p

SW0#

Lihatlah nilai priority pada bagian Bridge ID. Loh kok 4097, bukankah tadi konfigurasinya adalah 4096 ?

Perlu diketahui bahwa nilai priority yang kita konfigurasikan akan otomatis ditambah 1 sehingga jika kita konfigurasi nilai 4096 maka pada informasi spanning tree akan berubah menjadi 4097. Lihatlah juga nilai priority pada bagian Root ID yang juga berubah. Kemudian terdapat tulisan "This bridge is root" yang menandakan switch0 telah menjadi Root Bridge.

Sebagai perbandingan, berikut adalah informasi spanning tree pada switch1 yang tidak saya ubah sama sekali. :
SW1#show spanning-tree 
VLAN0001
  Spanning tree enabled protocol ieee
  Root ID    Priority    4097
             Address     00E0.F9CC.5BE3
             Cost        19
             Port        1(FastEthernet0/1)
             Hello Time  2 sec  Max Age 20 sec  Forward Delay 15 sec

  Bridge ID  Priority    32769 (priority 32768 sys-id-ext 1)
             Address     0060.4764.57E1
             Hello Time  2 sec  Max Age 20 sec  Forward Delay 15 sec
             Aging Time  20

Interface        Role Sts Cost      Prio.Nbr Type
---------------- ---- --- --------- -------- --------------------------------
Fa0/1            Root FWD 19        128.1    P2p
Fa1/1            Altn BLK 19        128.2    P2p

SW1#

Status interface yg sebelumnya adalah FWD-FWD berubah menjadi FWD-BLK. Tulisan "This bridge is root" yang sebelumnya ada juga sekarang hilang. Dan berikut adalah gambar topologi setelah switch0 menjadi Root Bridge :
konfigurasi spanning tree

Mengubah Blocking Port

Secara default, port yang akan terblocking adalah port yang memiliki nomor paling besar atau port yang memiliki mac address paling besar.

Untuk menentukan port mana yang akan menjadi blocking port, ada dua cara yang bisa kita gunakan. Yang pertama adalah mengubah nilai bandwidth pada interface dan yang kedua adalah menonaktifkan port yang tidak ingin dipakai.
jika kita menonaktifkan port maka port tersebut tidak bisa menjadi jalur cadangan ketika jalur utama mengalami down.
Nah, selanjutnya kita akan mengubah blocking port pada switch1. Kita akan membuat interface fa0/1 menjadi blocking port dengan cara mengecilkan nilai badnwidth pada interface fa0/1. Untuk mengubah nilai bandwidth interface bisa melalui konfigurasi GUI seperti berikut (pada cisco packet tracer) :

Konfigurasi Spanning Tree Pada Cisco

atau dengan peritah CLI berikut :
SW1#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
SW1(config)#interface FastEthernet0/1
SW1(config-if)#speed 10
SW1(config-if)#exit

Dan inilah topologi setelah interface fa0/1 berubah menjadi blocking port :
Konfigurasi Spanning Tree Pada Cisco

Berikutnya adalah cara yang kedua, yakni menonaktifkan interface yang tidak ingin dipakai. Perintah yang digunakan adalah shutdown.
SW1(config)#interface FastEthernet0/1
SW1(config-if)#shutdown

Dan inilah topologi setelah port fa0/1 dinonaktifkan :

Konfigurasi Spanning Tree Pada Cisco

Demikianlah pembahasan mengenai konfigurasi spanning tree pada cisco. Semoga penjelasan di atas bisa dipahami dan tidak njlimet. Sekian, semoga bermanfaat.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)